Gati

Lina Yulinar, 26-11-2025.

GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia) adalah program nasional yang diinisiasi BKKBN/Kemendukbangga untuk memperkuat peran ayah dalam keluarga sebagai figur yang hadir, peduli, dan terlibat aktif dalam tumbuh kembang anak. Program ini lahir sebagai respon terhadap meningkatnya fenomena fatherless—kondisi di mana anak tumbuh tanpa kedekatan emosional, perhatian, atau keterlibatan yang cukup dari sosok ayah, meskipun ayah sebenarnya ada secara fisik di rumah. Melalui GATI, pemerintah ingin mengembalikan posisi ayah sebagai pilar utama dalam pengasuhan, bukan sekadar pencari nafkah, tetapi sebagai pendamping, pendidik, dan teladan bagi anak-anaknya.

Dalam GATI, para ayah didorong untuk lebih terlibat sejak masa pranikah hingga anak tumbuh dewasa. Edukasi diberikan untuk menguatkan pemahaman ayah tentang pentingnya dukungan emosional, pembagian peran domestik dengan pasangan, serta peran ayah dalam pemenuhan gizi, kesehatan, dan pola asuh anak. Program ini juga membentuk komunitas Ayah Teladan di tingkat desa atau kelurahan—seringkali di kawasan Kampung KB—agar para ayah dapat saling belajar, berbagi pengalaman, dan memperbaiki pola asuh dalam lingkungan yang suportif.

GATI menekankan bahwa kehadiran ayah memiliki dampak besar bagi perkembangan anak, baik dari sisi fisik, mental, maupun sosial. Anak yang tumbuh dengan figur ayah yang aktif biasanya memiliki kepercayaan diri lebih baik, perkembangan emosi yang lebih stabil, serta motivasi belajar yang lebih tinggi. Keterlibatan ayah juga terbukti mendukung keberhasilan upaya penurunan stunting, terutama di masa 1000 Hari Pertama Kehidupan, karena ayah turut memastikan ibu hamil dan balita mendapatkan dukungan gizi, perhatian, dan layanan kesehatan yang dibutuhkan.

Melalui GATI, pemerintah mengajak seluruh ayah—dan calon ayah—untuk menjadi teladan yang menguatkan keluarga. Program ini menegaskan bahwa membangun generasi sehat, cerdas, dan bebas stunting bukan hanya tugas ibu, tetapi tanggung jawab bersama. Dengan hadirnya ayah sebagai figur yang peduli dan bertanggung jawab, keluarga Indonesia diharapkan menjadi lebih harmonis, tangguh, dan berkualitas.